Review ‘Danur’ : Kisah tentang yang Tidak Terlihat

Akhir tahun 2011 lalu, saya sukses mengadopsi sebuah buku baru judulnya ‘Danur’. Penulisnya mbak Risa Saraswati , salah satu penyanyi cewek yang cukup famous di kalangan penggemar musik indie. Musiknya bernuansa gloom, menceritakan tentang dunia yang tidak bisa dilihat mata telanjang kita, kecuali mereka yang diberi anugerah indra keenam. Buat yang penasaran download aja albumnya ‘Story of Peter’ (maaf link nya nyari sendiri :) , disitu ada sekitar 10 lagu ,  ada 2 yang jadi favorit saya Oh I Never Know dan Bilur… Gara-gara lagu-lagunya di album inilah akhirnya dia menuangkannnya di sebuah novel ‘Danur’, sebagian isi novelnya adalah cerita dari lagu di album Story of Peter, sebagian lainnya dari pengalaman dia dengan ‘yang tidak terlihat.’…

*******lets see cover book of danur

Pasti banyak dari kita yang awam dengan arti ‘Danur’, kata-katanya asing dan jarang sekali terdengar. Awalnya saya juga ngga ngerti apa sih Danur, sampai saya bolak balik tiap halaman di novel, ngga ada satu pun paragraf yang bisa menjelaskan arti danur, yang ada hanya sebuah judul ‘Danur Kasih’ , ceritanya ngga jauh-jauh dari kisah suram seorang wanita yang mati bunuh diri karena cinta… hmmm terdengar nggak nyaman dibaca ya. tapi memang semua cerita di novel risa ini menceritakan persahabatan Risa yang seorang ‘indigo’ nya bersama makhluk-makhluk yang tidak terlihat…

Oke kembali ke Danur… setelah mencari-cari lewat mbah google, ternyata saya menemukan arti Danur di homepage FB Risa :

…aku masih belia ketika akhirnya kelimanya pergi meninggalkanku sendiri ditengah bau Danur yang semakin mengusik hari-hariku. Kalian tahu apa itu Danur? Danur adalah air yang muncul dari jasad mahkluk hidup yang telah mati dan membusuk. Kututup penciumanku, kututup mataku, kututup hatiku untuk Danur-Danur baru yang muncul sepeninggal mereka.

*eehhh sebentar… kutipan ini ternyata ada juga di novelnya hal 180-181… (barusan cari lagi di bukunya, hehe)

Novel Danur terdiri dari beberapa scene kisah yang berbeda, tapi tetap tema utamanya adalah lima sahabat bule Risa (Peter, Hans, William, Hendrick, Jansen) yang menjadi awal mula perkenalannya dengan ‘dunia’ mereka ketika Risa masih kanak-kanak. Cerita antara Risa dan kelima sahabatnya terangkum di sebagian besar judul dalam novel ini yaitu Anjung Temayun, Berdecit Bersama hans dan Hendrick, Caping Wajah William, Menemukan Jarum dalam Jerami, dan masih ada beberapa judul lagi…

Bahasa di novel ini sederhana banget kok, memang ada beberapa istilah yang jarang terdengar tapi justru memberi bumbu pada gaya bahasanya, jadi lebih indah kata-katanya. Alur ceritanya mudah dipahami dan cocok untuk bacaan ringan sambil minum teh di waktu senggang, asal jangan malam hari, hororrrrr :p

Kutipan-Kutipan favorit saya novel ‘Danur’ :

“sama seperti kebanyakan orang, yang sebenarnya di balik sikap saling mengejek dan mencemooh, terdapat rasa yang biasanya mereka sebut sayang”

“Aku terlalu beruntung dilahirkan menjadi anak perempuan yang bisa berkomunikasi dengan mereka, tanpa rasa takut, dan akan keberadaan mereka”

” Musiklah yang diam-diam mampu mewakili segala prasaanku, emosi jiwa, rasa sakit, jeritan, hingga rasa sayangku terhadap kedua orangtuaku.”

“Aku percaya di balik sesuatu yang negatif pasti terdapat hal positif yang bisa kuambil…”

“Samantha… terimakasih telah membuatku sadar betapa beruntungnya hidupku jika dibandingkan dengan hidupmu. betapa seharusnya aku mensyukuri apa yang Tuhan beri padaku dan kasih sayang kedua orangtuaku yang begitu berlimpah”

“Terima kasih Tuhan, hidupku indah”

Oh ya katanya ini kisah nyata mbak Risa sendiri, yah percaya ngga percaya juga. Percaya lah hanya pada Tuhan, ngga bisa dipungkiri juga memang ada dunia lain yang ngga bisa kita lihat, semata-mata kuasa Tuhan, imani saja …

***

About these ads

15 responses to “Review ‘Danur’ : Kisah tentang yang Tidak Terlihat

    • tengah malem, sepi, trus kaya ada angin berembus gt, bikin merinding, eh trnyata belakangku emg kipas angin -__-’…

      • sama tengah malem, sepi, waktu lagi baca yang judulnya “surat tak bertuan” trus ada hembusan angin…… padahal pintu kamar ketutup rapat…. kipas angin ga punya… ihh serem banget dehh tapi seruuu

    • btw, ada tuh tokoh wayang yang namanya Danurwenda.. cucunya Bima (Werkudara). Spesialisasi di bidang reracunan.. Mungkin namanya Danur beracun kali ya..

      • pernah denger sih patih danurweda, mungkin juga, danur tuh bahasa sansekerta, wayang berhubungan dgn bahasa sansekerta jg mybe …

  1. Tiara, aku pernah nemuin arti kata Danur di Kaskus yang mereview tentang buku ini juga.

    ” Kali ini, menulis menjadi lebih spesial bagi Risa di mana dirinya berbagi banyak hal lewat sebuah buku yang baru saja dikeluarkannya, “Danur”. Danur adalah air yang muncul dari jasad makhluk hidup yang telah mati dan membusuk. Selintas pemilihan judul buku ini mungkin akan membuat siapapun mengernyitkan dahi. Namun, “Danur” bukanlah tanpa sembarang maksud, juga tidak menghadirkan pretensi. Bagi yang mengenal sosok Risa Saraswati yang memiliki sejumlah pengalaman dengan alam lain, Danur akan menjadi peranti untuk berkenalan dengan sosoknya yang unik secara lebih lanjut.”

  2. ikut berbagi pengalaman ya :) . Kalau kata aku danur lebih ngasih dampak positif dari pada negatif. Ceritanya bikin kita bersyukur sama hidup, dan ngasih nasehat kalau mati bukan hal yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Pelajaran yang aku dapet sih, kalo mau mati lbh baik nyelesein masalah aja, biar kita tenang. Tapi, aku sempet mikir, seru ya kalo kita mati gentayangan, bisa jailin orang. Hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s